Karyawan Terbaik 2003
Senin, tepatnya pada tanggal 14 Juni 2004 merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh para finalis karyawan terbaik PT Jalantol Lingkarluar Jakarta. Mengapa demikian ? Karena hari itu bisa jadi merupakan "dreams come true" buat para finalis.
Harap-harap cemas tampak dalam raut mereka, ... apakah akan menjadi yang terbaik ... ? Dengan tegang perlahan, satu-persatu dari finalis mengambil tempat duduk di bagian samping panggung, lalu berjejer rapi layaknya anak manis yang akan menerima raport. Acara dibuka oleh Ka. Biro SDM Emil Irfan. Dalam sambutan tertulis ini Ka. Biro mengingatkan pentingnya arti kata "terbaik". Karena dengan menjadi karyawan terbaik seharusnya tidak menjadikan seseorang sombong, namun harus menjaga attitude dan lebih meningkatkan kinerja untuk kemajuan perusahaan.
Singkat cerita, Emil Irfan mulai membacakan satu persatu para pemenang karyawan terbaik 2003. Diiringi dengan canda agar tidak terlalu serius dan tegang, disebutkanlah satu-persatu para juara itu. Mereka itu adalah: Juara harapan 2 jatuh pada Ade Irawan (Petugas Pengumpul Tol Wilayah 3), Juara harapan 1 jatuh pada Triyono Wahyudi (Kepala Shift Patroli Wilayah E2). Sampailah acara puncak itu, sementara Emil Irfan menyegarkan suasana dengan selorohnya untuk membuat para finalis tidak menjadi tegang, dengan selalu memberi jedah pada tiap kalimat “karyawan terbaik 2003 adalah ... karyawan terbaik 2003 adalah ...” Akhirnya hari penasbihan itu menjadi milik ... Oman, seorang petugas Patroli Wilayah E2. Bayangan perjalanan ke Mekah terbentang di pelupuk matanya. Tepuk tangan riuh gemuruh mewarnai ruangan menyambut rekan mereka yang menjadi pemenang. Tidak hanya ketiga pemenang saja yang mendapat hadiah tunai, namun seluruh 7 finalis lainnya juga berhak atas kadeudeuh yang diberikan oleh perusahaan dalam rangka kondite serta dedikasi mereka terhadap pekerjaan.
Hadir dalam penobatan karyawan terbaik antara lain Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Umum, para Kepala Biro, Kepala Divisi, seluruh jajaran Kasubdiv serta Kepala Bagian, Kepala Gerbang serta beberapa pejabat teras PT JLJ yang tidak dapat disebutkan satu-persatu disini. Acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Robah Tajri, Koordinator Kerohanian Islam Jalantol Lingkarluar Jakarta.. Semoga mimpi indah serta khayalan menjadi yang terbaik tidak hanya menjadi milik segelintir orang saja, amien...(RGL/JAY)
Harap-harap cemas tampak dalam raut mereka, ... apakah akan menjadi yang terbaik ... ? Dengan tegang perlahan, satu-persatu dari finalis mengambil tempat duduk di bagian samping panggung, lalu berjejer rapi layaknya anak manis yang akan menerima raport. Acara dibuka oleh Ka. Biro SDM Emil Irfan. Dalam sambutan tertulis ini Ka. Biro mengingatkan pentingnya arti kata "terbaik". Karena dengan menjadi karyawan terbaik seharusnya tidak menjadikan seseorang sombong, namun harus menjaga attitude dan lebih meningkatkan kinerja untuk kemajuan perusahaan.
Singkat cerita, Emil Irfan mulai membacakan satu persatu para pemenang karyawan terbaik 2003. Diiringi dengan canda agar tidak terlalu serius dan tegang, disebutkanlah satu-persatu para juara itu. Mereka itu adalah: Juara harapan 2 jatuh pada Ade Irawan (Petugas Pengumpul Tol Wilayah 3), Juara harapan 1 jatuh pada Triyono Wahyudi (Kepala Shift Patroli Wilayah E2). Sampailah acara puncak itu, sementara Emil Irfan menyegarkan suasana dengan selorohnya untuk membuat para finalis tidak menjadi tegang, dengan selalu memberi jedah pada tiap kalimat “karyawan terbaik 2003 adalah ... karyawan terbaik 2003 adalah ...” Akhirnya hari penasbihan itu menjadi milik ... Oman, seorang petugas Patroli Wilayah E2. Bayangan perjalanan ke Mekah terbentang di pelupuk matanya. Tepuk tangan riuh gemuruh mewarnai ruangan menyambut rekan mereka yang menjadi pemenang. Tidak hanya ketiga pemenang saja yang mendapat hadiah tunai, namun seluruh 7 finalis lainnya juga berhak atas kadeudeuh yang diberikan oleh perusahaan dalam rangka kondite serta dedikasi mereka terhadap pekerjaan.
Hadir dalam penobatan karyawan terbaik antara lain Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Umum, para Kepala Biro, Kepala Divisi, seluruh jajaran Kasubdiv serta Kepala Bagian, Kepala Gerbang serta beberapa pejabat teras PT JLJ yang tidak dapat disebutkan satu-persatu disini. Acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Robah Tajri, Koordinator Kerohanian Islam Jalantol Lingkarluar Jakarta.. Semoga mimpi indah serta khayalan menjadi yang terbaik tidak hanya menjadi milik segelintir orang saja, amien...(RGL/JAY)


