Orientasi Karyawan DEPKIMPRASWIL Di Cipayung
Bertempat di Hotel Cipayung Asri, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Departemen Kimpraswil bekerjasama dengan Forum Wartawan Properti dan Konstruksi (FWPK) menyelenggarakan acara orientasi wartawan.
Acara tersebut berlangsung 2 hari dan dibuka Dirjen Permukiman tanggal 25 Juni 2004. Sementara itu Menteri Kimpaswil hadir dalam diskusi dengan wartawan yang diselenggarakan malam harinya.
Sesuai namanya orientasi di lingkungan Departemen Kimpraswil, maka materi membicarakan tentang infrastruktur dan prasarana wilayah seperti : perumahan, infrastruktur jalan, air bersih dan sebagainya.
Acaranya sendiri berlangsung lancar, dimana peserta yang hadir berasal dari wartawan baik media cetak maupun media elektronik, yang biasa mangkal di Departemen Kimpraswil. Disamping itu hadir juga Humas dari Departemen, serta perusahaan-perusahaan infrastruktur. Terlihat hadir disamping Humas Kimpraswil, juga dari Jasa Marga, PT JLJ, Perumnas, dll.
Sementara itu dari pembicara hadir Dirjen Permukiman Ir. Syarifudin Akil, Dirjen Prasarana Wilayah Ir. Hendriyanto, Ketua BAPERTARUM Ir.Toeti Susongko, Dirut Bank BTN Siswarno, Ketua Umum DPP REI Yan Mogi, Dirut Jasa Marga, Ir Syarifuddin Alambai, dll.
Yang menarik dari perumahan dibicarakan tentang pentingnya penyediaan rumah sederhana dalam rangka Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Megawati Sokarnoputri. Pengembangan ini menghadapi masalah seperti : 1) Dari analisis data BPS diperkirakan tahun 2003 terdapat kebutuhan sekitar 6 juta rumah dan pertumbuhan kebutuhan 800.000 unit/tahun. 2) Disisi lain kemampuan ekonomi masyarakat sangat rendah masih dibawah 60% yang mampu. 3) Meningkatnya kawasan permukiman kumuh yang mencapai 47.393 ha, yang dihuni sekitar 17,2 juta jiwa yang tersebar di 10.000 ribu lokasi.
Dari infrastruktur jalan menarik dibicarakan rencana pembangunan Ladia Galaska (Lautan Hindia – Gayo - Selat Malaka). Yaitu jalan tembus dari sisi barat ke sisi timur Pulau Sumatera.
Syarifuddin Alambai sendiri mengangkat masalah perlunya keterpaduan Departemen Kimpraswil, Perhubungan, dan Jasa Marga dalam perencanaan tata ruang makro dan mikro termasuk perencanaan jaringan jalan. Dengan adanya perencanaan yang komprehensif akan menunjang iklim investasi.
Syarifuddin Alambai juga mengangkat trend yang terjadi saat ini. Dimana dengan adanya era desentralisasi / otonomi daerah Pemda Tingkat I dan II banyak yang mengajukan usulan pembangunan jalan tol. Tercatat paling tidak 13 Pemda Propinsi/Kabupaten yang mengusulkan pembangunan jalan tol. Saat ini tahapannya masih dalam pra-studi kelayakan. Dalam hal ini investor dapat berpartisipasi membantu penyelenggaraan jalan tol bersama-sama dengan Pemda dan Jasa Marga. (RGL)
Acara tersebut berlangsung 2 hari dan dibuka Dirjen Permukiman tanggal 25 Juni 2004. Sementara itu Menteri Kimpaswil hadir dalam diskusi dengan wartawan yang diselenggarakan malam harinya.
Sesuai namanya orientasi di lingkungan Departemen Kimpraswil, maka materi membicarakan tentang infrastruktur dan prasarana wilayah seperti : perumahan, infrastruktur jalan, air bersih dan sebagainya.
Acaranya sendiri berlangsung lancar, dimana peserta yang hadir berasal dari wartawan baik media cetak maupun media elektronik, yang biasa mangkal di Departemen Kimpraswil. Disamping itu hadir juga Humas dari Departemen, serta perusahaan-perusahaan infrastruktur. Terlihat hadir disamping Humas Kimpraswil, juga dari Jasa Marga, PT JLJ, Perumnas, dll.
Sementara itu dari pembicara hadir Dirjen Permukiman Ir. Syarifudin Akil, Dirjen Prasarana Wilayah Ir. Hendriyanto, Ketua BAPERTARUM Ir.Toeti Susongko, Dirut Bank BTN Siswarno, Ketua Umum DPP REI Yan Mogi, Dirut Jasa Marga, Ir Syarifuddin Alambai, dll.
Yang menarik dari perumahan dibicarakan tentang pentingnya penyediaan rumah sederhana dalam rangka Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Megawati Sokarnoputri. Pengembangan ini menghadapi masalah seperti : 1) Dari analisis data BPS diperkirakan tahun 2003 terdapat kebutuhan sekitar 6 juta rumah dan pertumbuhan kebutuhan 800.000 unit/tahun. 2) Disisi lain kemampuan ekonomi masyarakat sangat rendah masih dibawah 60% yang mampu. 3) Meningkatnya kawasan permukiman kumuh yang mencapai 47.393 ha, yang dihuni sekitar 17,2 juta jiwa yang tersebar di 10.000 ribu lokasi.
Dari infrastruktur jalan menarik dibicarakan rencana pembangunan Ladia Galaska (Lautan Hindia – Gayo - Selat Malaka). Yaitu jalan tembus dari sisi barat ke sisi timur Pulau Sumatera.
Syarifuddin Alambai sendiri mengangkat masalah perlunya keterpaduan Departemen Kimpraswil, Perhubungan, dan Jasa Marga dalam perencanaan tata ruang makro dan mikro termasuk perencanaan jaringan jalan. Dengan adanya perencanaan yang komprehensif akan menunjang iklim investasi.
Syarifuddin Alambai juga mengangkat trend yang terjadi saat ini. Dimana dengan adanya era desentralisasi / otonomi daerah Pemda Tingkat I dan II banyak yang mengajukan usulan pembangunan jalan tol. Tercatat paling tidak 13 Pemda Propinsi/Kabupaten yang mengusulkan pembangunan jalan tol. Saat ini tahapannya masih dalam pra-studi kelayakan. Dalam hal ini investor dapat berpartisipasi membantu penyelenggaraan jalan tol bersama-sama dengan Pemda dan Jasa Marga. (RGL)


