Ceramah Motivasi di Hari Jadi ke 11
CERAMAH Motivasi merupakan sajian baru yang dihadirkan dalam hari jadi ke-11 perusahaan ini. Tidak kurang dari seorang IPPHO Santosa, seorang motivator dan seorang pakar otak kanan kondang diundang untuk mendemonstrasikan ilmunya dihadapan khalayak. Undangan yang terdiri dari karyawan-karyawati JLJ, mitra, rekanan maupun mantan Direksi dan Komisaris perusahaan inipun cukup terhibur dengan model perayaan seperti ini.
Hari ulang tahun PT JLJ yang sedianya jatuh pada tanggal 22 Desember 2011 tersebut terpaksa diundur menjadi dirayakan pada hari Selasa tanggal 27 Desember 2011, lantaran beberapa program penting perusahaan seperti program rekreasi karyawan dan beberapa aksi corporate social responsibility (CSR) macam pengobatan gratis, gerakan kebersihan lingkungan dan penanaman pohon juga jatuh pada bulan ini. Keruan saja Direktur Utama kita, Purwadi Andandiyanto memanggil para pejabat struktural penyusun program kerja di lingkungan SDM dan Humas. Kedua unit kerja ini dianggap sebagai pemasok terbanyak program kerja di penghujung tahun tersebut. Seketika itu juga orang nomor satu di perusahaan inipun menginstruksikan untuk mereschedule seluruh program pada kedua unit kerja diatas plus program-program kerja pada Komite Pengembangan Sistem Manajemen Perusahaan (KPSMP).
Acara dibuka oleh suguhan video safety induction yang dirangkai dengan video “Perjalanan Sebelas Tahun PT Jalantol Lingkarluar Jakarta”. Kedua suguhan tersebut mengawal sambutan yang diberikan oleh Purwadi Andandiyanto.
Setelah 20 menit waktu bergulir, tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh para undangan, yakni penampilan seorang motivator kondang, masih belia, seorang ahli dan pakar otak kanan sekaligus seorang penulis buku laris yang senantiasa menjadi mega best-seller di nusantara!
Ya, dia adalah Ippho Sentosa, yang pagi harinya ‘dicomot’ dari peraduannya di kawasan BSD, Tangerang, ...guna memberikan ceramah di hadapan khalayak JLJ di Jatiasih!
Garis besar ceramahnya saat itu adalah, “...agar kita tidak segan-segan untuk memberikan sedekah, sumbangan atau bentuk amal apapun didalam upaya kita untuk mencapai apa yang kita cita-citakan”. Selanjutnya iapun memberikan dhrill khusus bagi otak kanan kita. Diantaranya adalah cara menghafal cepat, yang mana hal ini biasanya lebih mempergunakan fungsi otak kiri.
Singkat cerita, melalui ‘ajakkannya’ terkumpulah uang sejumlah Rp.9.426.000,- plus arloji, cincin dan sebuah telepon selular yang ‘disumbangkan’ secara sukarela oleh para khalayak yang ada di ruangan tersebut!
Pada saat yang sama sang-motivator pun sempat berseloroh, “...masa untuk mengangkat penyakit yang berat hanya berderma cuma sepuluh ribu atau dua puluh ribu rupiah?... Yang benar saja!”
Oleh karenanya tidak mengherankan kalau uang maupun barang yang terkumpul tergolong fantastis dari sisi jumlah. Bahkan beberapa karyawaan dan karyawati tidak segan-segan untuk sementara waktu bergegas menuju mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), yang kebetulan tersedia di salah sebuah area di Plaza Tol Jatiasih ini. Insya Allah para dermawan ini dijamin ikhlas dalam melakukan aksinya.

